SOFTWARE ITU NAMANYA : KEMAUAN

Posted: Desember 2, 2008 by bashaumein in Anak Simkes Angkatan 2008, Uncategorized
Tag:, ,

Apa yang belum terpikirkan, dari upaya mengimplementasikan SIKDA ?
Kalau kita mau menginventarisir bagaimana pendekatan-pendekatan yang dibutuhkan untuk mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan di Daerah (SIKDA),  semua pola sudah terpikirkan dan terpenuhi. Regulasi, sarana/prasarana, sumber daya ( manusia dan dana), berbagai teori, advokasi dan sebagainya telah tersedia. Siapapun yang peduli ataupun berkeinginan memahami/mempelajari  pengembangan SIKDA, tidak akan kesulitan mengakses informasi mengenai hal-hal tersebut. Pertanyaannya mengapa Daerah sulit mengembangkan SIKDA ?
Sedikit berpikir kebelakang, kira-kira sekitar tahun 1992, ada upaya untuk mengembangkan system pelaporan terpadu yakni SP2TP. SP2TP menghasilkan tumpukan-tumpukan  data, belum memberikan informasi terkini. Coba tanya pengelola SP2TP mengenai data terkini, pasti jawabannya datanya ada  tapi belum direkap. Apakah datanya digunakan untuk perencanaan, sekali lagi jawabannya tidak. Apa yang kurang dari upaya pengembangan SP2TP tersebut? Apakah ‘tools’-nya, atau manusianya?
Kemudian pada tahun 1998, dikembangkanlah SIMPUS, kali ini lebih mumpuni. Ada softwarenya, dana, regulasi dan sebagainya tersedia. Pemerintah Pusat memberikan perhatian yang besar untuk pengembangan SIMPUS tersebut. Tapi akhirnya kolaps sebelum berkembang. Saya pikir beberapa tenaga kesehatan  di daerah pedalaman bahkan tidak mengetahui apa itu kepanjangan dari SIMPUS.  Sekali lagi pertanyaannya, apa yang  kurang dari upaya tersebut ? Apakah ‘tools’-nyakah atau manusianya?
Tahun 2001  dikembangkan lagi SIKDA, di  Pusat SIKNAS atau yang kita kenal SIKNAS Online. Hasilnya, bervariasi, ada daerah yang sudah mengembangkan, ada yang masih pikir-pikir dan mungkin ada yang belum berpikir. Mungkin setelah Indonesia Sehat 2010.  Pertanyaan sekali lagi,  apanya yang kurang ? Mari kita simak.
Kalau kita menganalisis SIKDA sebagai suatu business process dalam suatu organisasi, maka akan terdapat 3 komponen penting  yang ada di dalamnya, yakni
1. PEOPLE
2. INFORMATION TECHNOLOGY
3. BUSINESS PROCESS
Kita melihat satu persatu, mengenai business process, ini menyangkut pengumpulan data, survey, system pelaporan, system evaluasi hasil kegiatan/cakupan dan lain sebagainya. Mekanismenya memang  belum tertata  dengan baik, tidak sistematis, dilakukan secara fisik (membuat laporan, data dengan flash disk atau cetak). Namun secara umum system ini berjalan. Menurut saya komponen ini tidak menjadi masalah karena tergantung dari tools yang kita gunakan. Jika tersedia, dapat dikompilasi.
Komponen yang kedua yakni teknologi informasi, ini meliputi hardware, software, network, database. Apakah komponen ini bermasalah  di daerah, tentu tidak. Komputer, jaringan telepon dan lain sebagai yang berkaitan dengan kebutuhan komunikasi telah masuk sampai wilayah pelosok.  Kalau beralasan bahwa jaringan ataupun tidak tersedianya listrik, kembangkan saja pada daerah yang memiliki fasilitas tersebut.
Komponen ketiga yakni people, ini meliputi business owner ( pengambil keputusan ) dan   user  (pengguna). Bagaimana dengan SDM di Daerah? Menurut pendapat saya, jangan diragukan lagi,  baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Kalau tidak memiliki kemampuan teknis  dalam bidang teknologi, bisa menggunakan outsourcing ( IS specialist ).  Sedangkan mengenai dana, saya kira tidak ada masalah. Untuk lingkup satu Kabupaten, tentunya tersedia dana.  Tidak perlu berangan-angan membangun suatu jaringan komunikasi yang canggih. Yang sederhana dengan memanfaatkan fasilitas public, itu sudah bagus.
Lalu, pertanyaannya mengapa SIKNAS dan SIKDA – kalau boleh saya meminjam istilah Pak Anis  – kini menuju SICKNESS dan SICK & DIE? Jawabannya tanya saja business owner dan user, mereka mau atau tidak. Kemauan dari komponen people yang perlu dipikirkan. Mari kita memikirkan lagi satu software. Software itu namanya : KEMAUAN

Komentar
  1. anis mengatakan:

    menyebarkan virus kemauan itu memang nggak mudah. apalagi kalau kemauan itu melibatkan banyak orang, banyak organisasi dan berbagai kepentingan dan kemauan yang berbeda-beda. kira-kira bagaimana ya merekatkannya?

  2. andi herman mengatakan:

    Menurut saya itu tergantung Top Leader di masing-masing daerah, biasanya bila Top Leader peduli terhadap pentingnya Informasi maka setiap tahun akan di evaluasi, karena terus terang bila segala program ataupun kegiatan tidak dilakukan evaluasi tentu tidak akan diketahui bagaimana perkembangannya atau sejauh mana tingkat keberhasilannya. Acapkali kita tidak melakukan evaluasi tersebut, selama ini hanya meminta Puskesmas untuk mengumpulkan data, apakah itu dengan menggunakan Software atau Transware(Transportasi Ware, bisa menggunakan sepeda motor atau kendaraan lainnya, Red)tetapi tidak ada follow up buat mereka, ya setidaknya dari sisi perencanaan anggraan yang membutuhkan “data” dalam penyusunannya.
    Untuk merekatkan kemauan ya kita lakukan evaluasi di tingkat organisasi ya atau melakukan need assessment terhadap anggota dalam organisasi. Tapi biasanya sech… orang mau atau tidak mau berdasarkan Teori Motivasi atau mengambil Teorinya Pak Mubasysyir yaitu Teori Pilihan Rasional dimana Rasional berarti kesesuaian antara tujuan dan alat sedangkan Rasinality adalah sesorang menggunakan alat untuk mencapai tujuan jadi Teori Pilihan Rasional berarti setiap orang dilandasi oleh tujuan pribadi dimana setiap kegiatan selalu ada kepentingan pribadi, sudah kah kita pikirkan demikian???
    Program akan sukses apabila telah mancakup atau mengakomodasi kepentingan-kepentingan seluruh anggota organisasi, bagaimana caranya “Koordinasi dan Komunikasi” Peran Top Leader sangat dibutuhkan…..

  3. anis mengatakan:

    ditunggu lho, tulisan tentang SIKDA yang dibagi 3 kelompok itu lho…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s