DISKRIPSI SISTEM KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN KOTA BANJARBARU PROPINSI KALIMANTAN SELATAN

Posted: Desember 10, 2008 by Admin Blog in 12973084

DISKRIPSI SISTEM KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN KOTA BANJARBARU PROPINSI KALIMANTAN SELATAN

Gambaran Umum

Kota Banjarbaru merupakan sebuah Kotamadya termuda di Propinsi Kalimantan selatan, pengembangan dari Kabupaten Banjar,karena baru berusia 9 (Sembilan) tahun, sehingga ibarat seorang anak dia baru kelas 3 (tiga) SD,memiliki 5 (lima) Kecamatan dan 17 (tujuh belas) Kelurahan. Dengan fasilitas kesehatan yang di miliki yaitu 6 (enam) buah Puskesmas terdiri dari 5 (lima) buah Puskesmas Rawat Jalan dan 1 (satu) buah) Puskesmas Rawat Inap, dengan 14 (empat belas) buah Puskesmas Pembantu dan 6 (enam) buah Polindes. Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru sampai saat ini masih menempati bekas Kantor Kotif,dimana tata ruang dan lingkungan kantornya mengikuti apa yang telah ada., karena berada dalam 1 (satu) komplek perkantoran dengan 3 (tiga) buah Dinas lainnya sehingga ruang kerja yang tersedia bisa dibilang tidak representatife dengan jumlah karyawan yang ada.. Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru berjarak lebih kurang 40 Km dari Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Selatan. Seluruh fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Banjarbaru sudah mendapatkan aliran listrik, semua Puskesmas yang ada dilengkapi dengan generator sebagai cadangan apabila suatu waktu terjadi pemadaman listrik. Dalam hal fasilitas komunikasi, seluruh fasilitas kesehatan yang ada sudah terjangkau oleh layanan telkomsel.,

Fasilitas Teknologi Informasi

Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru sebenarnya sudah cukup banyak memiliki perangkat TI, seperti Computer, Laptop, maupun LCD dimana masing-masing Bidang rata-rata mempunyai Computer 3 – 4 Unit bahkan ada Bidang yang mempunyai Computer lebih dari itu. Sedangkan untuk Laptop dan LCD rata-rata per Bidang mempunyai 1 (satu) Unit.

Sedangkan untuk seluruh Puskesmas yang ada sudah memiliki computer rata-rata sebayak 2 (dua) Unit, Laptop dan LCD masing-masing 1 (satu) Unit. Untuk Operating System (OS) yang digunakan, baik di Dinas Kesehatan maupun seluruh Puskesmas adalah MS Windows (word processor, spreadsheet, presentation), khusus untuk Program Gizi ada software khusus untuk Pengolahan PKG-PSG yang digunakan untuk analisa data Survei..

Sumber Daya

Dari segi ketenagaan, selain tenaga teknis kesehatan ( medis, paramedis ), Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru juga didukung oleh tenaga dari disiplin ilmu lain seperti Administrasi Publik, Akuntasi dan Ekonomi (sebagian tenaga masih ada yang tenaga kontrak ). Kaitannya dengan sistem informasi, Di Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Bidang yang bertanggungjawab terhadap sistem informasi adalah bagian Tata Usaha pada Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan. Tentang pembiayaan, umumnya yang dialokasikan adalah untuk pengadaan komputer/laptop, sementara upaya untuk membangun atau mengembangkan suatu sistem pelaporan yang terintegrasi, belum terpikirkan.Dalam upaya pengembangan dan penggunaan alat SIKNAS yang di berikan oleh Depkes Pusat maka Kasubbag Perencanaan dan salah seorang staf di Perencanaan juga pernah difasilitasi untuk mengikuti pelatihan mengenai SIMPUS, SIMPEG, SIKDA/SIKNAS dan beberapa software yang dikembangkan khusus, baik dari Pusat maupun Propinsi. Namun sayang begitu pelatihan selesai belum sempat diterapkan, tenaga bersangkutan telah dipindah tugaskan.

Alur Sistem Pelaporan Program PWS Dinkes Kota

Alur Sistem Pelaporan

Alur Sistem Pelaporan


Puskesmas Pembantu / Polindes memberikan laporan hasil kegiatan setiap bulan, dengan formulir yang sediakan oleh Puskesmas. Puskesmas mengkompilasi hasil kegiatan internal di Puskesmas dan laporan dari Pustu/polindes. Laporan dikirim oleh masing-masing pengelola program di Puskesmas ( seperti dalam skema). Disamping itu, Dinas Kesehatan juga mendapat laporan dari RSU Pemerintah dan RSU Swasta mengenai LB1, BOR, LOS dan sebagainya. Dari Klinik Bersalin kami mendapatkan data khusus tentang Kesehatan Ibu, Bayi dan Gizi. Laporan dalam bentuk cetakan ( print out). Sementara untuk laporan W2 (laporan mingguan wabah) menggunakan fasilitas Faximile, yang dilakukan setiap minggu. Pengarsipan laporan (data) di Puskesmas dilakukan oleh masing-masing program, ada yang di computer dan sebagian besar dicatat dalam buku kegiatan program namun seluruh arsip/print out laporan yang dikirim ke dinkes biasanya mereka simpan dalam map atau odner
Masing-masing bidang pada Dinas Kesehatan, akan merekap laporan sesuai kebutuhannya dan mengirimkannya ke Dinas Kesehatan Propinsi secara bulanan maupun triwulan sesuai dengan bidang masing-masing. Terdapat juga bidang yang tidak mengirimkan data atau dikirim hanya kalau diminta. Sementara untuk lintas sektor di tingkat Kota, permintaan data biasanya insidental. Dinas Kesehatan akan memberikan sesuai permintaan. Pengarsipan data dilakukan oleh masing-masing Seksi. Komputer yang dimiliki oleh masing-masing bidang tersebut tidak dihubungkan dalam suatu jaringan, sehingga datanya terkotak-kotak (tergantung pada seksi tersebut menyimpan data di komputernya). Pada akhir tahun staf pada Subbagian Perencanaan dan Keuangan ini akan meminta data ke masing-masing Bidang di Dinas Kesehatan, yang mana data tersebut untuk penyusunan Laporan Tahunan, Profil Kesehatan dan Evaluasi Hasil Kegiatan Program di Puskesmas.

Masalah yang dihadapi :

– Sistim pelaporan yang telah ada tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena belum adanya suatu koordinasi yang baik dalam menyatukan dan pengumpulkan data sesuai dengan yang diharapkan, sehingga akan menyebabkan banyak serious trouble yang terjadi dilapangan dimana data tersebut akan menjadi suatu yang tidak dapat dimanfaatkan secara efektif dan maksimal.

– Leadership yang ada seperti Kepala Dinkes akan sangat sulit dalam mengambil suatu keputusan untuk langkah kedepannya jika data yang didapatkan tidak akurat dan tidak dapat dijadikan suatu acuan ( pegangan).

– Data yang sangat mendasar sangat sulit untuk didapatkan jika tidak adanya komunikasi dan koordinasi antara kedua belah pihak.

– Data yang telah ada disimpan pada masing- masing bidang dengan format yang berbeda,sehingga akan menyebabkan kesulitan dalam menyatukan dan mengolahnya dan dapat memakan waktu yang lama dalam menyusunnya kembali dalam bentuk format standar.

– Untuk mendapatkan data yang diinginkan, membutuhkan waktu yang lama sehingga akan dapat memperlambat proses pengumpulan data dan pengolahannya.

Disusun oleh : Hj. Rita Fitriani, Fahrisal Akbar dan Ketut Hari Mulyawan
DOSEN : ANIS FUAD, S.Ked, DEA.

Komentar
  1. anton mengatakan:

    Melihat dari data,tenaga,sarana dan prasarana yang ada sebenarnya Kota Banjar Baru sudah memadai, dibandingkan dengan daerah-daerah yang pemekaran baru yang memang mempunyai keterbatasan. Untuk itu setidaknya Kota Banjar Baru bisa lebih memaksimalkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu yang paling utama adalah pemberdayaan sumber daya yang ada serta dukungan dari para stackholder….

  2. Novita Veranita mengatakan:

    keadaan kota Banjar baru mungkin sama dengan Kabupaten-kabupaten yang baru pengembangan. untuk Kabupaten yang baru berkembang memang perlu dukungan dari pemda baik dari segi Financial maupun dukungan moril.penganggaran memang sering diperuntukkan untuk pengadaan alat-lat saja dan belum terfikirkan untuk biaya pemeliharaan atau biaya-biaya lainnya.
    sebagai Kabupaten yang baru berusia sembilan tahun Banjar Baru sudah punya fasilitas komputer yang cukup banyak dan pelaporan yang sudah cukup teratur. DiKabupaten saya ( yang baru mekar)data dari praktek swasta belum melaporkan kegiatan mereka

  3. andi herman mengatakan:

    Ehm…. (Maaf Batux Gi Musim Hujan Nay…🙂 )
    Sepertinya permasalahannya “Serupa tapi tak sama” di semua pembahasan Blog…
    Semuanya berkaitan masalah tenaga yang mangkir dan kebijakan dalam pembiayaan sistem informasi

  4. Barres 698 mengatakan:

    buat rita fitriani FTI yang ada pada puskesmas belum dimanfaatkan secara maksimal alias salah arah semoga sukses buat lho

  5. joe banjarbaru mengatakan:

    selamat….sukses
    dengan segala potensinya banjarbaru memiliki peluang untuk menjadi kota yang maju, mandiri dan terdepan.
    mari kita bangun banjarbaru agar terjadi percepatan pembangunan (fisik, mental, spiritual)
    wass
    joe

  6. sri rahayu mengatakan:

    minta data/profil DINKES Banjarbaru dong………..buat referensi KTI

  7. sri apolina mengatakan:

    minta dong data penyakit yg sering ditangani puskesmas di wilayah banjarbaru terutama wil.puskesmas kel.comet, dengan gejala, tindakan preventif dan pengobatanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s