Assessment HMN Kota Banjarbaru ver 0.2

Posted: Desember 20, 2008 by Admin Blog in Uncategorized

Sebelumnya kami(saya) minta maaf karena baru sekarang dapat merespon, begitu ‘libur tlah tiba’ esok hari langsung pulang ke kampung halaman (bali -> singaraja) dan selama disana saya berada “diluar jangkauan area” untuk internet, baru 2hari lalu dapat terhubung kembali dan melihat tanggapan dari pak anis dan temen-temen. OK berikut perbaikan yang dapat saya lakukan.

HMN seperti yang telah diketahui, merupakan tools/media standar yang dikembangkan oleh WHO untuk menilai sebuah sistem informasi kesehatan pada sebuah negara, akan tetapi pada kali ini kami mencoba menerapkan HMN pada level yang lebih kecil yaitu pada level kabupaten/kota. Sesuai judul kami simulasikan pengimplementasian HMN pada kota banjarbaru, kami sebut assessment ini sebagai simulasi, karena penilaian yang kami lakukan tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya dan hanya imajinasi/perkiraan dari anggota kelompok kami, jadi output yang dihasilkan tidak dapat dipakai acuan untuk pengambilan keputusan.

Adapun hasil simulasi implementasi HMN dari tiga orang penilai adalah sebagai berikut :

Overall HIS

Overall HIS

Dari grafik yang dihasilkan dapat dilihat bahwa secara garis besar tidak ada item yang dinilai mencapai nilai diatasi 50%, dari sini dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen dalam bidang kesehatan yang ada masih belum berjalan dengan baik meskipun sumber daya dan data lumayan memadai akan tetapi pengelolaan/manajemen dan pemanfaatan masih sangat kurang.

Secara lebih rinci dapat dilihat dari skor yang diperoleh untuk setiap katagori yang dinilai pada tabel berikut :

overall detail

overall detail

Dari tabel diatas dapat lebih jelas dilihat bahwa manajeman data dan pemanfaatan akan informasi masih dirasa kurang meskipun infrastruktur dan beberapa item dalam katagori sumber data memperoleh hasil yang lebih baik.

I. RESOURCE

Pada katagori Sumber daya yang meliputi a) kebijakan dan perencanaan, b) institusi, SDM dan pembiayaan, c) Infrastruktur SIK kota banjarbaru secara keseluruhan memperoleh skor 50%, ini berarti sumber daya yang ada pada kota banjarbaru tersedia akan tetapi belum cukup memadai. Pendekatan kepada pembuat kebijakan perlu dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan dan penerapan kebijakan dan perencanaan mengenai SIK, kami merasa kebijakan memegang peranan penting dalah keberlangsungan SIK, apabila kebijakan telah tersedia maka secara otomatis sumber dana akan tersedia sehingga akan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM dan infrastruktur.

8-g-resources

II. INDICATORS

2-indicators1

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa skor untuk katagori indikator adalah 49% yang diartikan sebagai ada namun masih kurang memadai. Pada detail HMN item yang memperoleh skor rata – rata 2 (present but not adequate) antara lain indikator inti telah ditentukan yang melibatkan seluruh stakeholder. Menurut kami indikator minimum merupakan elemen penting yang ditentukan terlebih dahulu sebelum pengembangan SIKDA.

III. DATA SOURCE

9-g-data-sources

Secara keseluruhan kategori inipun memperoleh skor rata – rata yang serupa dengan kategori yang lain yaitu 49% (Present but not adequate). Pada graphik diatas dapat dilihat bahwa Health Service Record memperoleh skor rendah dan Administrative record lebih tinggi, disini berarti data/catatan mengenai kesehatan yang merupakan ‘core services’ dari dinas kesehatan justru lebih rendah daripada hal – hal yang bersifat administrasi (tanpa merendahkan makna dan fungsi catatan yang bersifat administrasi), hal ini menurut kami perlu memperoleh perhatian lebih.

IV. DATA MANAGEMENT

4-data-management

Pada kategori manajemen data kelompok kami menilai dengan rata – rata skor 35% atau tidak memadai sama sekali, hal ini mungkin disebabkan karena sistem informasi belum terimplementasi dengan baik pada banjarbaru. Sedangkan apabila melihat dari item yang dinilai pada HMN mengacu pada sistem informasi yang telah berbasis komputer.

V. INFORMATION PRODUCT

11-g-quality-of-ip

Secara keseluruhan Kategori “Information Product” memperoleh skor 41% dengan item data-collection memperoleh skor terendah dan “Estimation method” memperoleh skor tertinggi. Dari graphik diatas dan menurut opini kami bahwa pengumpulan data merupakan dasar dari informasi yang diolah dalam sebuah sistem informasi manajemen, maka item data-collection merupakan prioritas pertama yang perlu diperbaiki karena menurut kami perbaikan pada item ini akan membawa efek pada item – item lainnya, seperti apabila nilai pengumpulan data diperbaiki maka ketepatan, periode, konsistensi akan ikut meningkat.

VI. DISSEMINATION AND USE

6-dissemination-and-use

Pemanfaatan informasi yang merupakan fungsi utama sebuah sistem informasi dirasa kurang diterapkan / dimanfaatkan. Diharapkan informasi yang telah dimiliki dapat dimanfaatkan untuk membantu pengambilan keputusan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil yang didapat rata – rata skor sama untuk seluruh kategori, hal ini mungkin disebabkan penilaian yang dilakukan tidak menggunakan data/fakta real yang ada dilapangan, akan tetapi kami coba untuk memberikan kesimpulan dari penilaian yang telah ada.

Menurut kami urutan pembenahan yang perlu dilakukan untuk pengembangan SIK di kota banjarbaru adalah mengikuti urut-urutan yang telah disediakan oleh HMN, dimulai dari resource yang menurut kami merupakan pndasi dari sebuah sistem informasi kesehatan daerah, tanpa ada dukungan dari para pengambil kebijakan pengembangan SIKDA tidak akan dapat berjalan sesuai harapan. Hal kedua yang perlu dibenahi sesuai HMN adalah indikator hal ini untuk menetapkan hasil yang ingin diperoleh, menurut kami indikator perlu dimiliki terlebih dahulu sebelum memperbaiki data resource karena untuk mencapai standar yang diinginkan maka pengumpulan data/outcome perlu penyesuaian dan tidak sebaliknya.

Setelah ketiga kategori diatas diperbaiki maka perbaikan lainnya akan lebih mudah dilakukan seperti manajemen data, outcome yang ingin dihasilkan dan pemanfaatan informasi, karena pondasi yang diperlukan sudah tersedia dengan baik

Created By : Fahrisal Akbar, Ketut Hari Mulyawan, Hj. Rita Mutia

Komentar
  1. anis mengatakan:

    Bagus. Gambarnya mungkin terlalu kecil ya….jadi nggak bisa dilihat lebih detil. Akan lebih bagus lagi jika ada narasinya. Yang lain?

  2. Andi Herman mengatakan:

    Bro…
    Lagi kemana ney!!
    Koq assessment-nya g di Analisis,,,
    Kata Pak Mubasysyir Analisisnya kurang tajam…
    Jadi Perlu diasah….
    ya kesempatan untuk mengasahnya disini…
    Kbetulan ada Pak Anis yang membantu, untuk mempertajam…
    ^-^

  3. Andi Herman mengatakan:

    Wach dah ad narasi ney?!?!
    Cuman mo nanya?!?!
    Dari saran yg dapat saya lihat diatas terdapat 3 hal dalam melakukan pembenahan yaitu :
    1. mengikuti urut-urutan yang telah disediakan oleh HMN
    2.indikator perlu dimiliki terlebih dahulu
    3. memperbaiki data resource
    Mnurut dari grafik yg disajikan diatas, terlihat bahwa ada dua komponen sistem informasi yang brada pada tingkat “Not adequate at all” yaitu :
    1. Data management
    2. Dessemination & Use
    Koq g ada dibahas pada saran dan kesimpulan y?!?!
    Gimana ney tanggapannya?!?!
    Trim’s y!?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s