ASSESSMENT HEALTH METRICS NETWORK (HMN) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

Posted: Desember 24, 2008 by bashaumein in SIKDA
Tag:, ,

Seperti kita ketahui bahwa Health Metrics Network (HMN) merupakan assessment tool yang digunakan untuk menilai atau mengevaluasi sistem informasi kesehatan di suatu daerah atau negara. Pada kesempatan ini kami mencoba melakukan penilaian terhadap sistem informasi kesehatan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tentunya ini hanya merupakan simulasi karena apa yang kami nilai, hanya berdasarkan pengamatan atau pengalaman tanpa didukung dengan data yang memadai. Momentum ini memang digunakan sebagai suatu ajang pembelajaran tentang bagaimana menilai sistem informasi kesehatan disuatu daerah dengan pendekatan HMN.

1. Resources
Hasil penilaian terhadap resources ( sumber daya ) yang meliputi aspek policy and planning, HIS institutions, human resources and financing, dan HIS infrastructure. Lebih lengkapnya seperti diagram dibawah ini.

resources-ttu

resources-ttu

Dari diagram tersebut, skore rata-rata untuk sumber daya adalah 44% (present but not adequate). Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan suatu kebijakan atau perencanaan yang lebih memadai untuk melaksanakan health information system.

2. Indicators
Penilaian terhadap indikator –indikator yang dijadikan pedoman dalam pelayanan kesehatan seperti SPM, MDGs. Hasil yahg diperolah adalah sebesar 40 %.

3. Data Sources

Dengan metode HMN, penilaian dilakukan juga untuk mengetahui sumber data Sistem Informasi Kesehatan yang meliputi : Census, vital statistics, population-based surveys, health and disease records, health service records, recource records. Aspek yang dinilai meliputi contents, capacity and practies, dessimination, integration and use.
Dari hasil penilaian yang dilakukan diperoleh gambaran sebagai berikut, aspek contents ( ketersediaan data, isi, dsb ) population-based surveys mendapat penilaian 78% ( highly adequate ), sedangkan paling rendah adalah recource records 42%. Aspek capacity and practies juga menempatkan population-based surveys pada posisi tertinggi 83%. Sedangkan bila ditinjau dari segi dessemination ( dilaporkan secara rutin dan teratur, mengikuti standar atau etika ) menempatkan vital statistics pada posisi tertinggi (100%), sementara dari aspek integration and use, (laporan memberikan informasi yang lengkap, sistematik, tepat waktu dsb) census memperoleh nilai 100%.
Secara keseluruhan ( total ) mengenai sumber data sistem informasi kesehatan census menempati posisi tertinggi yakni 60%. Sementara health and disease records mencapai 53% dan health service records memperoleh angka 50%. Secara keseluruhan seperti dalam diagram dibawah ini :

data sources

data sources

lll

Dari diagram tersebut, rata-rata sumber data mencapai 52% ( adequate). Walaupun demikian, perlu adanya peningkatan pendataan baik dari segi isi maupun diseminasi informasi dan integritas.

4. Data management
Data management mendapatkan hasil 7% ( not adequate at all ). Hal ini dapat dimungkinkan karena memang belum ada suatu manejemen data yang baik dalam institusi. Bahkan tak jarang dalam suatu programpun, data belum terintegrasi sehingga sulit untuk mengakses.

5. Information Product

Rata-rata Information Products 64% (Adequate), ini menunjukkan bahwa pengolahan data menjadi informasi untuk perencanaan dan pengambilan keputusan sangat relevan. Hasil ini sedikit memberikan gambaran bahwa sistem informasi memegang peranan penting dalam suatu organisasi.

6. Dissemination and Use

Aspek ini mencakup penyebaran dan penggunaan data dimana rata-ratanya hanya 33% (Present but not adeq). Ini sangat menarik karena jika ditinjau dari aspek information product, data dan informasi memegang peranan penting dalam pengambilan kebijakan. Sementara penyebaran dan penggunaan data masih sangat minim. Ini mungkin terjadi karena lemahnya manajemen data dimana data masih diolah secara manual, penyimpanan data masih terkotak-kotak dan sebagainya. Hal ini dapat memberikan gambaran bahwa diperlukan suatu upaya pengembangan sistem informasi yang memungkinkan terjadinya interaksi didalam penyebaran dan penggunaan data sehingga memudahkan atau tidak membutuhkan prosedur rumit dalam mengakses data atau informasi.

7. Kesimpulan

Dengan pendekatan HMN untuk menilai sistem informasi kesehatan yang mencakup resources, indicators, data sources, data management, information product dan dessemination and use, diperoleh gambaran seberti diagram berikut.

Kelemahan utama ada pada data management, dissemination and use, resources, dan indicators. Ini menunjukkan bahwa sistem informasi kesehatan di Kabupaten TTU perlu mendapat perhatian untuk ditingkatkan. Sementara data sources dan information product diatas 50%. Walaupun demikian aspek ini juga perlu mendapat perhatian.

overall-his-ttu

overall-his-ttu

Team : M. Albar Ghani, Bas Haumein, Jaenudin, Novita Veranita.

Komentar
  1. Albar G mengatakan:

    Keliatannya tadi double post pak Bas. Jadi tulisan yang satu saya sembunyikan saja. Isinya sudah pas sama hasil diskusi kelompok kemarin, cuma tadi grafik saya geser sedikit. Mungkin kita mesti pertimbangkan buat pasang thumbnail saja di sini dan image biar di site lain. Blog ini makin berat bukanya apalagi kalo nggak punya broadband kaya di tempat saya :p

  2. Jaenudin mengatakan:

    Dengan assessment tools yang digunakan kita bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan Sistem Informasi Kesehatan di suatu daerah dalam hal ini di Kabupaten Timor Tengah Utara, Propinsi NTT. sehingga kita bisa mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan itu. Dengan data diatas paling tidak kita bisa berbuat sesuatu untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada., misalnya melakukan advokasi, menjelaskan keuntungan-keuntungan SIK kepada pemegang kebijakan, pimpinan daerah dan stakeholder, merencanakan pengembangan SIK, meningkatkan sumberdaya manusia dan alokasi keuangan, pengadaan sarana dan prasarana, perbaikan manajemen data dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan

  3. bashaumein mengatakan:

    Betul pak, itu yang tadi saya sampaikan, terima kasih editingnya. Tapi kayaknya judul juga nggak ada, mungkin masuk di yang disembunyikan.

  4. Albar G mengatakan:

    Oke pak Bas. Tadi saya nggak liat kalo judulnya nggak ada. Tulisan yang saya sembunyikan itu justru ada judul tapi gambarnya nggak ada. Yang ini sudah saya kopi judulnya dari posting satunya. Kalo perlu edit silakan pak Bas sendiri juga bisa …

  5. Andi Herman mengatakan:

    Waow… Akhirnya muncul juga….
    Apa Kabar Banjar….
    Pak…. Albar…
    Nyampe juga Jaringannya antara Banjar & Djogja…
    Walaupun sedikit lelet..
    Good Assessment…

  6. anis mengatakan:

    Mock up assessmentnya bagus. Salut saya…tapi ada yang masih membingungkan. Data management katanya not adequate at all (7%) tapi secara keseluruhan kok masuk dalam kelompok present but not adequate. Yang bener yang mana?
    Kira-kira strategi pengembangan pada keenam komponen SIK ini sama atau berbeda-beda? sebagai contoh, data management dianggap belum baik sementara sudah ada produk informasi yang dibuat. Hal sederhana apa yang dapat Anda lakukan, dengan biaya rendah yang dapat memperbaiki kapasitas manajemen data di dinas kesehatan maupun di puskesmas?

  7. Andi Herman mengatakan:

    Koq sepertinya semua grafiknya mirip dengan kami y?!?!?!
    Mungkin karena jumlah orangnya sedikit dan sama y!?!?!
    mari kita lihat sama-sama,,,,
    Resource kami 50% disini 44% (beda)
    Indicators kami 53% disini 40% (beda)
    Data Sources kami 43% disini 52% (beda)
    Data Management kami 48% disini 7% (beda)
    Information Produk kami 57% disini 64% (beda)
    Dissemination and Use kami 69% disini 33% (beda)
    Ehm… tapi koq disini grafiknya menggambarkan beda dengan hasil prosentasenya ya?!?!?!
    Mungkin ada keselahan pada mata saya ^_^

  8. bas haumein mengatakan:

    Benar Pak Anis, kamarin membuat kesimpulan juga kami melihat bahwa hasil ini belum begitu relevan. Manajemen data mendapat skore rendah (7%) karena kami melihat bahwa aspek ini sering kurang mendapat perhatian. Pengelolaan data masih terkotak-kotak, adanya redundansi data, inkonsistensi, kesulitan mengakses merupakan indikasi manejemen data belum baik.
    Sedangkan mengenai strategi pengembangan, keenam komponen SIK ini sangat strategis dan harus diperhatikan secara utuh, tidak bisa melihat bahwa satu aspek harus diutamakan.

  9. Albar G mengatakan:

    Maaf Pak Anis, kelihatannya ada masalah upload gambar dari file HMN kemarin. Mungkin karena gambar yang dihasilkan file HMN itu nama file jpg nya sama, sehingga waktu Pak Basilius posting yang dipakai justru gambar dari kelompok sebelumnya. Angka yang benar sepertinya adalah yang ada dalam tulisan.

    Pak Bas, kalo bisa gambarnya di upload lagi, tapi sebelumnya di-rename dulu. Misalnya resources.jpg diganti namanya jadi resources-ttu.jpg, jadi nggak keliru dengan file kelompok sebelumnya. Hal ini karena sepertinya semua file media yang diupload dalam 1 bulan dimasukkan oleh wordpress ke dalam satu direktori/folder library yang sama, jadi mestinya nama file tidak boleh ada yang identik.
    Kalo pak Bas kesulitan upload, boleh file gambar atau sekalian file HMNnya diemailkan ke saya. Nanti saya yang upload.

  10. Andi Herman mengatakan:

    OoOo… Gt Pak Albar kirain Mata saya yang kelilipan Mouse ^-^
    Tapi Salut ma kelompok yang satu ini semua anggotanya tipe Petarung (Pekerja,red)
    Wajarlah sebagian anggotanya berasal dari kelompok PHBS…. ^;^
    meskipun di pisahkan jarak tetapi tetap berkomunikasi, walaupun ada Misscom, tetapi wajar itulah gambaran SIKDA saat ini ^-^
    tinggal bagaimana kita belajar untuk memperbaikinya…
    dan di SIMKES tempat yang tepat….
    Tapi Pak Albar prasaan klo kita unggah yang namax double ex. Resources sdh ada maka jika kita unggah lagi nama filex akan mjd Resources1 ada angkax dibelakang bila kita unggah lagi angkax adalah klanjutannya2,3 dst…
    Tapi mungkin yg Unggah anaknya Pak Bas ^-^
    Jadi harap Maklum…
    Pak Bas klo butuh bantuan hubungi saya saja… Kan satu lokasi..
    Signalx lebih kencang daripada Pak Albar kejauhan…
    Lagipula signalnya dah di bagi ma istrinya ^-^
    jadi sedikit lelet dech….

  11. Albar G mengatakan:

    Seharusnya memang begitu. Tapi saya liat dalam media library cuma ada file gambar yang diupload oleh Rizka dan link image dalam tulisan pak Bas kebetulan mencantumkan nama file yang sama. Jadi ya hasilnya seperti di atas. Untuk amannya kalo pak Bas mau upload lagi ya file jpg nya direname dulu. Kalo kesulitan upload bisa minta bantuan Andi atau pak Kepala Suku kalo beliau masih di Jogja. Atau ya emailkan aja ke saya…

  12. Andi Herman mengatakan:

    Okay Pak Albar…
    Jangan lupa lah…
    Amun bulik bawakan pang sebuting babinian…
    Bosan jua ulun malihat babinian itu tarus dikelas…
    Banyak klo Babinian nang bungas-bungas disana??!! ^-^

  13. Basilius Haumein mengatakan:

    Waduh, teman-teman ini kritis dan teliti banget. Ya…… begitulah, mahasiswa harus kritis ……..Buat Pak Albar, ini kebetulan saya baru lihat, nanti saya cari filenya dulu. Maklum “FORSA” lagi mogok. Nanti kita perbaiki…

  14. bashaumein mengatakan:

    Diagramnya telah saya perbaiki, tolong dikoreksi lagi

  15. Andi Herman mengatakan:

    Mungkin ada yang sedikit tidak konsisten Pak Bas, antara gambar Grafik dan Narasinya…
    Mari kita lihat bersama-sama :
    Pada Komponen 3 Data Sources yaitu :
    1. population-based surveys
    Pada Narasi 78% Grafik 49% (beda)
    2. recource records
    Pada Narasi 42% Grafik 52% (beda)
    Narasi tersebut juga menyatakan “paling rendah adalah recource records 42%” tetapi yang terlihat di Grafik yang terendah adalah Vital Statistics.
    yang lainnya sudah oke Pak Bas…
    Mohon dicocokkan yang benar yg mana?!?!
    Biar tidak terjadi kpanikan massa sepeerti yang terjadi di Jalur Gaza ^-^

  16. yoyok mengatakan:

    Rekomendasi dari kelas non reguler SIMKES 2008 tentang HMN di Timor Tengah Utara:

    – melihat hasil assessment TTU menggambarkan
    bahwa ada 3 komponen data yang
    masuk dalam katagori adequate yaitu :
    indikator, produk informasi dan desiminasi &
    penggunaan data. di samping itu kelemahan masih
    terjadi pada komponen : resource, data resource,
    dan manajemen data.
    – dari hasil yang ada dibuat perencanaan dan
    strategi berikut :
    1. policy and planing :
    policy :advokasi kepada legislatif dan
    eksekutif planning : Master plan yang
    melibatkan seluruh stakeholder dan
    sumberdaya di tingkat daerah
    2. institusi : reorganisasi (menekankan pada
    penanggungjawab HIS), restrukturisasi
    (penempatan sumberdaya dg tepat)
    3. SDM dan keuangan : peningkatan kemampuan SDM
    dan pengalokasian anggaran
    4. infrastruktur : penyediaan sarana & prasaran
    pendukung
    5. data sensus : updating data sesuai
    perkembangan masyarakat
    6. data statistik vital : membangun jaringan
    kerjasama lintas sektor
    7. survey populasi : melaksanakan secara rutin
    dan berkala
    8. data kesehatan dan pelayanannya :
    penyeragaman format pencatatan dan pelaporan
    data kesehatan
    9. data sumberdaya : pemberdayaan dan
    inventarisasi
    10. manajemen data : peningkatan pemanfaatan
    data sesuai kebutuhan

    – secara umum penyusunan rencana dan strategi ini
    harus dilandasi oleh :
    – tujuan yang jelas
    – melibatkan seluruh stakeholders
    – adanya visi dan misi
    – pedoman strategis
    – tujuan dan strategi berjangka (pendek,
    menengah, panjang) disertai
    permasalahan di tiap sektor, bagaimana
    strateginya serta hasil yang diharapkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s