Pengelolaan SIK dan Fasilitasi Pengembangan SIKDA

Posted: Januari 20, 2009 by Admin Blog in Uncategorized

Pengembangan sistim informasi kesehatan nasional (SIKNAS) merupakan pengembangan sistem informasi kesehatan yang menyeluruh dan terintegrasi di setiap tingkat administrasi kesehatan, yang akan menghasilkan data/informasi yang akurat yang dapat menunjang Indonesia Sehat. PP 38/ tahun 2007 yang salah satunya mengatur tentang pembagian urusan pemerintah di bidang kesehatan terutama pada Sub bidang SIK. Dalam struktur organisasi tersebut dapat dijadikan patokan betapa pentingnnya SIK bagi penentuan pengambilan kebijakan. Pengembangan SIKNAS dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas sumber daya dan infrastruktur.
SIKNAS bukanlah suatu sistem yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari Sistem Kesehatan di Indonesia. Bagian dari SIKNAS terdiri dari system kesehatan pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Untuk fungsinya Sistem Informasi Kesehatan di tingkat Pusat merupakan bagian dari Sistem Kesehatan Nasional, di tingkat Provinsi merupakan bagian dari Sistem Kesehatan Provinsi, dan di tingkat Kabupaten/Kota merupakan bagian dari Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota. SIKNAS dibangun dari himpunan atau jaringan Sistem-sistem Informasi Kesehatan Provinsi dan Sistem Informasi Kesehatan Provinsi dibangun dari himpunan atau jaringan Sistem-sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota. Di setiap tingkat, Sistem Informasi Kesehatan juga merupakan jaringan yang memiliki Pusat Jaringan dan Anggota-anggota Jaringan. Pembagian kewenangan antara pusat ,propinsi dan kabupaten/kota dalam table berikut ini:
Pengelolaan dan pengembangan SIKNAS dan
fasilitasi pengembangan SIKDA
Kelompok NonReguler 08
Pem. Pusat Pem. prov Pemkab/ kota
Fase I
Leadership Komitmen pemerintah untuk memajukan Siknas dan Sikda Penetapan kebijakan SIK skala nasional
Penetapan kebijakan local di tingkat provinsi Sosialisasi kepada masyarakat Melakukan kajian tingkat propinsi Penetapan kebijakan local di tingkat kabupaten Sosialisasi kepada masyarakat kab./ kota Melakukan kajian tingkat kab./kota
Koordinasi Mengkoordinir kebutuhan dalam pengembangan SIK Memfasilitasi pemda dalam Memfasilitasi pengembangan SIK skala provisi Berkoordinasi lintas sektoral di daerah
penyusunan SIK di daerah
Assessment Melaksanakan worksop dan seminar dalam menjaring kebutuhan system informasi tingkat nasional Melaksanakan worksop dan seminar dalam menjaring kebutuhan system informasi tingkat propinsi Melaksanakan worksop dan seminar dalam menjaring kebutuhan system informasi kab/kota
Fase II
Visi
Peningkatan Kesehatan Masyarakat
Peningkatan Kesehatan Masyarakat berdasarkan informasi
Membuat informasi yang tepat dan akurat (kualitas informasi)
Berfungsinya system informasi kesehatan yang evidence based untuk mendukung terwujudnya Indonesia sehat
Berfungsinya system informasi kesehatan yang evidence based Setiap Kabupaten di Provinsi untukmendukung terwujudnya provinsi sehat
Berfungsinya system informasi kesehatan yang evidence based untuk mendukung terwujudnya kabupaten sehat
Strategi
Perencanaan Jangka panjang Strategi penggunaan SIK
Perencanaan jangka pendek Sosialisasi SIK Sosialisasi pentingnya informasi Sistem Pengolahan Data Elektronik Peningkatan kemampuan SDM yang menangani SIK Prov
Perencanaan jangka pendek Sosialisasi SIK Pembelajaran pentingnya informasi yang berkualitas Sistem Pelaporan Elektronik Peningkatan kemampuan SDM yang menangani SIKDA
Sumber daya/budgeting
Menyusun Anggaran
Monitor penggunaan dana
Mengusulkan Dana ke Pusat
Monitor penggunaan dana tkt Da/Kot
Melaporkan penggunaan dana
Mobilisasi sumberdaya
Mengusulkan dana ke Prov
Melaporkan penggunaan dana
Mobilisasi sumberdaya
Fase III
Sumber data Melaksanakan pengumpulan data lewat sensus nasional dan registrasi penduduk Mengumpulkan dan mengintegrasikan data Memfasilitasi pengumpulan data dari daerah ke pusat Melakukan pengumpulan data lewat survey penduduk, data pelayanan kesehatan, data catatan individu
Dalam PP 38/2007 disampaikan bahwa Pemerintah berupaya untuk membentuk pengembangan dan pengelolaan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS). Untuk mencapai keberhasilan dalam pelaksanaan hal tersebut, maka diperlukan kesiapan yang baik, terutama di tingkat daerah (provinsi dan kabupaten/kota). Dan sudah seharusnya upaya ini direspon dengan cepat oleh pemerintah di tingkat daerah. Kenyataannya, sangat minim jumlah daerah yang merespon hal ini dengan tepat dan cepat, itupun belum mencukupi untuk bisa mendukung terbentuknya baik SIKDA maupun SIKNAS. Hal ini boleh jadi disebabkan oleh beberapa hal berikut:
Pertama, ketidakjelasan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. Walaupun dalam PP 38/2007 telah tercantum perihal kewenangan pusat dan daerah, namun pada penjelasan peraturan tersebut ternyata belum dapat menggambarkan secara konkret proses kegiatan apa saja yang menjelaskan kewenangan tersebut.
Kedua, interpretasi yang berbeda-beda antar daerah terhadap niat pemerintah pusat tersebut. Persepsi yang berbeda-beda ini juga menimbulkan respon yang berbeda, dan kemampuan sumberdaya manusia di bidang kesehatan dalam merespon hal ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan menyerapnya.
Ketiga, gap yang besar antara kemampuan masing-masing daerah, terutama adanya keterbatasan sumberdaya di daerah,seperti tenaga, biaya dan sarana infrastruktur guna mendukung berjalannya SIKNAS.
Salah satu alat yang bisa digunakan untuk menilai kesiapan penerapan SIKNAS disampaikan oleh HMN (Health Metrics Network). Badan ini berada di bawah WHO menuangkan hal tersebut dalam sebuah publikasi Framework and Standard for Country Health Information System. Dalam publikasi tersebut disampaikan ada 3 (tiga) fase yang harus dijalankan dalam mempersiapkan penerapan SIK. Dengan menggunakan framework ini kami mencoba melihat bagaimana kesiapan pemerintah dalam pengembangan dan pengelolaan SIKNAS dan SIKDA (lihat table atas).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s