Clearinghouse untuk pertukaran data kesehatan

Posted: Maret 19, 2009 by Admin Blog in Anak Simkes Angkatan 2008

Rekam medis dalam format elektronik saat ini bukan lagi menjadi masalah bagi kita di Indonesia, ada beberapa perundangan yang melegalkan hal ini terutama sejak disyahkannya UU ITE dan sudah banyak lembaga kesehatan yang menerapkan electronic medical record atau bahkan electronik health record. Jadi sudah sepantasnya pemerintah atau non-pemerintah yang concern tentang health record merumuskan masalah pertukaran data demi kebaikan pasien. Perlu dibentuk sebuah lembaga yang melaksanakan dan mengelola clearinghouse untuk pertukaran data rekam medis elektronik.

Alasan mengapa saya menganggap kebutuhan akan adanya  clearinghouse sebagai langkah selanjutnya karena melihat selama ini telah banyak daerah (kabupaten/kota) yang mengimplementasikan SIKDA/SIMPUS dengan data rekam medis elektronik yang diperoleh dari puskesmas kurang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pasien, karena hanya dapat diakses dipuskesmas dimana pasien terdaftar atau bagus apabila SIMPUS yang diimplementasikan memungkinkan pertukaran data rekam medis elektronik antar puskesmas, akan tetapi data rekam medis dari kalangan swasta masih sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali.

Apabila clearinghouse untuk pertukaran data rekam medis elektronik masih berada diangan – angan, paling tidak para pengembang sistem informasi kesehatan yang mengelola data rekam medis / data rekam kesehatan dapat duduk bersama dan membuat sebuah framework dalam rangka pertukaran data rekam medis/kesehatan seperti Health Level 7 (HL7) atau Continuiety of Care Record (CCR) yang telah ada , sehingga apabila sebuah lembaga yang memiliki wewenang untuk mengelola data rekam medis telah dibentuk maka data yang selama ini telah ada dapat dengan mudah dimanfaatkan seluas – luasnya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien.

Mudah mudahan banyak yang memiliki pendapat yang sama dengan kami di SIMKES UGM angkatan 2008 sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat lebih ditingkatkan.

Komentar
  1. drmurid mengatakan:

    Ide ini sangat bagus, namun harus dibangun dulu sistem kerahasian penyakit klien yang hanya boleh diakses oleh dokter umum, maupun dokter2 spesialis dan selain profesi dokter tidak ada hak untuk mengetahui rekam medik pasien disatu pelayanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s